Junimart: Tak Ada UU Yang Melarang

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang menegaskan tidak ada Undang-undang (UU) yang melarang pelaksanaan gelar perkara dilakukan secara terbuka di depan publik.
Ini disampaikannya menyikapi perintah Presiden Joko Widodo terhadap Kapolri Jenderal Tito Karnavian, agar melakukan gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama alias Ahok.
"Begini lho, ini bukan masalah pro kontra, ini masalah hak eksepsional dari presiden dalam rangka proses transparansi penegakan hukum," kata Junimart di kompleks Parlemen Jakarta, Senin (7/11).
Politikus PDIP ini menduga keputusan ini ditempuh Presiden Jokowi, karena tidak ingin ada lagi isu-isu yang tidak benar dan menyimpang dalam proses penegakan hukum terhadap kasus yang menjadi perhatian nasional.
"Maka presiden dalam kerangka eksepsional mengeluarkan perintah itu kepada kapolri. Secara hukum tidak melarang kok, mana undang-undang yang melarang? Gak ada UU melarang itu," tegasnya.
Di sisi lain, masalah ini menurutnya, sudah bersifat massal, melibatkan orang banyak.
Kecuali hanya perorangan antara si A dengan B, maka harus dipertimbangkan lagi menggelar perkara secara terbuka.
"Karena sifatnya sudah nasional, apa salahnya transparansi dilakukan. Justru kita apresiasi presiden berani mengambil transparansi dalam rangka proses penegakan hukum," pungkasnya.(fat/jpnn)
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang menegaskan tidak ada Undang-undang (UU) yang melarang pelaksanaan gelar perkara dilakukan secara
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Menaker: Mudik Nyaman Panasonic Gobel, Bukti Kepedulian Dunia Usaha Kepada Pekerja
- PP AMPI Gelar Pleno Ke-6: Bahas Rakernas, Rapimnas, dan Konsolidasi Organisasi
- Resmi, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah Jatuh pada 31 Maret
- Selamatkan Honorer R2/R3 dari PHK Besar-besaran, Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Mendesak
- Perusahaan Travel Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penipuan
- Ternyata WNA Pelaku Penganiayaan di Batam Belum Dideportasi