Jurus Pemerintah Memberdayakan Ekonomi Pesantren Pascapandemi Covid-19

“Program yang sudah dijalankan antara lain ternak domba dan program santri-preunership di Bogor. Santri-santri muda lulusan program ini diharapkan bisa menginisiasi usaha ekonomi di pesantren,” tambah Roni.
Pada kesempatan itu, Madeinindonesia.com Sr B2B Sales Manager Giovanny Tutupoly menjelaskan bagaimana platform B2B e-commerce global ini bisa membantu pesantren dan pelaku UKM memperluas akses pasar dan menjual produknya.
“Pesantren diberikan keanggotaan Premium membership gratis setahun senilai Rp 15 juta,” katanya.
Dalam Webinar yang sama, CEO Kaya.id Nita Kartikasari menekankan bahwa produk yang dihasilkan usaha kecil menengah bisa tidak kalah dari produk perusahaan yang lebih besar.
“UKM harus berpikir besar – think big. Jangan cuma jualan produk tetapi harus memikirkan bagaimana menjaga kelangsungan bisnis ke depan,” kata Nita.
Nita menambahkan pentingnya brand untuk sebuah produk. “Konsumen tidak cuma memilih brand anda. Mereka merasa connected, terhubung, dengan produk anda,” katanya. (rls/jpnn)
Pesantren memiliki potensi ekonomi sangat besar, sehingga perlu dibantu melalui beragam program yang terukur khususnya pascapandemi Covid-19.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Hadir Temani Perjalanan Spiritual Ramadan, AQUA Dukung Pesantren Kilat Narasi 2025
- Optimisme Airlangga soal Ekonomi Indonesia di NEO 2025
- Rustini Muhaimin Menggelar Bakti Sosial saat Bersafari Ramadan ke Gunungkidul
- Pesantren Jalan Cahaya Buka Akses Pendidikan untuk Anak Jalanan
- Pesantren 1.000 Cahaya, Misi Pendidikan Ramadan untuk Anak Yatim dan Disabilitas
- Kerja Sama Polri-PBNU Dinilai Efektif Kurangi Kekerasan di Pesantren