Jutaan Pemegang Visa Permanen Memengaruhi Pilihan WN Australia Dalam Pemilu
Rabu, 23 Februari 2022 – 22:16 WIB

Lachlan Trowse (kanan) mengatakan bahwa dampak kebijakan COVID terhadap istrinya yang kelahiran Jerman Anna mempengaruhi pandangan politiknya. (Supplied)
"Kalau menurut saya bahkan akan lebih jauh lagi, bahwa mereka yang tinggal di Australia lebih dari 12 bulan, setelah mereka melaporkan pajak tahunan, seharusnya bisa berpartisipasi memberikan suara dalam demokrasi kita."
"Sepanjang kita tidak melakukan hal ini, kita tidak mendengar suara begitu banyak orang yang sudah berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat Australia."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.
Ada jutaan pemegang visa permanen yang tinggal di Australia, yang tidak berhak memberikan suara
Redaktur & Reporter : Adil
BERITA TERKAIT
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun