Jutaan Rakyat Indonesia Kehilangan Pekerjaan, kok 500 TKA Tiongkok ke Sultra?
Jumat, 01 Mei 2020 – 16:11 WIB

Anggota Komisi IX DPR M Nabil Haroen dalam acara sosialisasi obat-obatan tradisional di Desa Butuh, Boyolali, Sabtu (14/12). Foto: arsip pribadi
“Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada, justru dinikmati warga asing. Kita perlu prioritaskan pekerja dan rakyat Indonesia,” katanya.
Oleh karena itu, Gus Nabil menyarankan harus ada negosiasi ulang terkait dengan kontrak dan kesepakatan kerja dengan pihak asing yang sebelumnya sudah ada kerja sama. (boy/jpnn)
Gus Nabil mndesak pemerintah menunda kedatangan 500 TKA Tiongkok atau TKA China ke Sultra dan fokus penanganan virus Corona COVID-19.
Redaktur & Reporter : Boy
BERITA TERKAIT
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19
- Viral Warga Asal Sultra Mengaku Ditolak Dinsos Jatim, Ternyata
- Dilantik Jadi Gubernur, ASR Pastikan Tak Ada Pemotongan Gaji dan PHK di Sultra
- Isu COVID & Lab Wuhan Mencuat Lagi, China Gercep Membela Diri
- Seorang Anak di Konawe Dilaporkan Tenggelam di Saluran Irigasi, Tim SAR Melakukan Pencarian
- Sidang Tuntutan Korupsi APD Covid-19 di Sumut Ditunda, Ini Masalahnya