Kabar Baik dari Kementan Terkait Pengembangan Food Estate di Kapuas dan Pulang Pisau

jpnn.com, KAPUAS - Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan kabar baik terkait pengembangan program Food Estate di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Baginda Siagian menyampaikan pengembangan Food Estate di dua kabupaten tersebut telah berproduksi dan masih berproses untuk terus dikembangkan dan dioptimalkan ke depan.
Selain itu, masyarakat juga perlu memahami tidak semua program Food Estate berada dalam tanggung jawab Kementan.
Di Kalteng, program Food Estate yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau menjadi tanggung jawab Kementan bersama Kementerian PUPR dan kementerian lainnya yang terkait.
"Lahan tanggung jawab Kementan hanya di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau dengan komoditas utama padi. Di samping komoditas pendukung lainnya, seperti hortikultura, perkebunan dan peternakan itik," kata Baginda.
Sementara itu, komoditas utama padi telah berproduksi dengan hasil yang positif sehingga diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baginda menjelaskan program pengembangan Food Estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau Kalteng dilaksanakan dengan berbasis padi melalui dua kegiatan, yaitu intensifikasi lahan dan ekstensifikasi lahan.
“Intensifikasi lahan dilaksanakan untuk peningkatan produktivitas melalui atau menggunakan lahan eksisting," terang Baginda.
Begini kabar baik dari Kementan terkait pengembangan Food Estate di Kalteng, khususnya Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau
- Puluhan Aktivis BEM Fakultas Pertanian Kumpul di Kementan, Bicara Swasembada Pangan
- Menjelang Ramadan, Mentan Amran & Wamentan Pantau Operasi Pasar Pangan Murah di Magelang
- Bakal Ada Operasi Pasar di 500 Titik, Harga Sembako Harus Lebih Murah dari Malaysia
- Kementan Beri Bimtek dan Sertifikasi Kompetensi untuk Juru Sembelih Halal
- Wamentan Sudaryono Ingin Ekspor Pertanian ke Eropa Meningkat Agar Petani Sejahtera
- Regenerasi Petani Muda, Kementan Resmi Buka PMB Polbangtan dan PEPI 2025