Kabar Buruk dari IMF untuk Negara Berkembang, Indonesia Termasuk?

"Jadi Anda dapat melihat bagaimana risiko dalam situasi ini bisa menjadi kerugian. Risiko stabilitas keuangan yang timbul dari perang benar-benar menguji ketahanan sistem keuangan, dan pasar sebagai perhatian nyata karena harga energi terus meningkat," ungkapnya.
Gita menilai inflasi bisa saja menimbulkan kerusuhan sosial di banyak negara yang merupakan risiko besar.
Selain itu, masih terdapat pula risiko lainnya seperti Covid-19 varian baru yang muncul dan menciptakan lebih banyak kesulitan di berbagai belahan dunia.
Oleh karenanya, ia berharap Rusia-Ukraina bisa segera mengakhiri konflik yang ada lantaran semakin lama konflik berlanjut semakin tinggi risiko yang ada.
Negara-negara di dunia juga diminta untuk melawan inflasi seiring dengan mempertahankan pemulihan, membangun ketahanan, dan meningkatkan prospek jangka menengah.
Sementara untuk kebijakan moneter, Gita memandang bank sentral di seluruh negara harus bertindak tegas terhadap inflasi.
Namun, tetap harus mengkomunikasikan tindakannya dengan sangat efektif.
"Itu penting terutama bagi bank sentral utama agar tidak menghasilkan dampak rambatan dan guncangan yang besar di pasar keuangan," tegas Gita. (antara/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
IMF memberikan prediksi soal perkembangan inflasi global akibat perang Rusia-Ukraina dan sanksi berikutnya atas konflik tersebut.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Kaya Susah
- Makin Anjlok, Kurs Rupiah Tembus Rp 16.588 Per USD
- Media Asing Sorot Danantara, Dinilai Serius soal Profesionalitas
- Kemudahan Akses Pendanaan bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Sedang Dibahas Pemerintah
- Semarak Ramadan, Pelindo Solusi Logistik Berbagi Ribuan Sembako dan Santunan
- Gubernur Herman Deru Minta Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas