Kades Edan, Buat Akta Tanah Minta Duit, Ya Kena OTT

jpnn.com - jpnn.com - Jajaran Polda Lampung meringkus seorang Kepala Desa (Kades) Gedungharapan, Jatiagung, Lampung Selatan, Rahmansyah, Rabu (18/1).
Rahmansyah ditangkap saat menerima pungli dari seorang warga yang hendak mengurus akta jual beli tanah warganya.
Wadirkrimsus Polda Lampung AKBP M. Anwar mengatakan, korban pemerasan itu adalah Ijan Wahyudi, warga Desa Gedungharapan. Ia dimintai uang Rp25 juta untuk pembuatan akta tersebut.
“Sementara berdasar PNPB (penerimaan negara bukan pajak), biayanya hanya satu persen dari harga jual,” kata Anwar seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini.
Dilanjutkan, kasus ini bermula ketika Ijan hendak membuat akta jual beli tanah dengan luas 403 meter persegi seharga Rp160 juta.
Lantas Rahmansyah meminta uang yang nominalnya jauh dari penetapan PNBP. Seharusnya, biaya yang dkeluarkan Ijan hanya Rp1,6 juta.
”Jika tidak mau, maka dia (Rahmansyah, Red) tidak akan membuatkan akta jual beli,” ujarnya.
Lantas penyerahan dilakukan di sebuah warung di kawasan Enggal, Bandarlampung, Rabu (18/1).
Jajaran Polda Lampung meringkus seorang Kepala Desa (Kades) Gedungharapan, Jatiagung, Lampung Selatan, Rahmansyah, Rabu (18/1).
- Polda Lampung Ungkap Hasil Forensik Peluru yang Menewaskan 3 Polisi di Lokasi Sabung Ayam
- Kopda Basar Tembak Mati 3 Polisi di Lampung, Peltu Lubis Berjudi
- Ini Kata Komnas HAM soal Kasus 3 Polisi Diduga Ditembak Oknum TNI
- Kapolda Bilang Isu Setoran Judi Sabung Ayam Hanya Asumsi tanpa Bukti
- Kapolri & Panglima TNI Sepakat Usut Kasus Tentara Tembak 3 Polisi, Ada Brigjen Diutus ke Lampung
- Lokasi Penembakan 3 Polisi di Lampung Area Texas, Banyak Beredar Senpi Rakitan