Kades Samto Mengamuk Melihat Satgas Covid Membubarkan Hajatan, Piring dan Gelas Pecah

Samto mengakui perbuatannya mengamuk saat pembubaran hajatan. Hal itu dilakukan karena kesal dengan satgas Covid-19.
"Hari ini kejadian lagi tindakan yang merugikan rakyat. Otomatis itu (mengamuk,Red), tetapi seusai acara pernikahan," katanya, seperti dilansir Radar Solo.
Dia menilai Satgas Covid-19 tidak manusiawi dalam membubarkan acara pernikahan.
Karena masih dalam proses pertengahan acara, tetapi sudah diminta bubar.
"Baru pertengahan sudah dioyak-oyak seperti maling kayu, kasihan rakyat. Meja kulo walik, enggak menghargai kulo blas,” katanya.
Samto menilai pembubaran acara hajatan itu tidak berdasar karena tidak ada kasus Covid-19 di desanya.
Dia mengakui, sebenarnya pembubaran oleh satgas tidak dilakukan secara kasar.
Namun, perintah langsung untuk membubarkan itu yang menurutnya kurang baik. Menurutnya, seharusnya ada komunikasi dan dibicarakan.
Kades Samto kesal melihat Tim Satgas Covid-19 membubarkan hajatan di desanya. Dia mengamuk.
- Iwan Soelasno: Kades Jangan Risau, Desa Punya 6 Sumber Pendapatan
- Kecek Mengamuk Bawa Samurai, Polisi dan Tentara di Sragen Terluka
- 4 Pencuri Buah Sawit Pak Kades Baru Akhirnya Diringkus
- Mantan Kades Penjual Hutan di Inhu Dilimpahkan ke Kejaksaan
- Jual 150 Hektare Kawasan Hutan Lindung, Kades dan Sekdes di Riau Ditangkap Polisi
- Gunung Kemukus Sragen Ternodai Prostitusi Terselubung