Kadin: Techno-Commercial yang Dirancang PLN Jangan Sekadar Mengejar Penetrasi EBT

Dengan demikian, kondisi ini akan memberikan ruang bagi pengembang untuk membawa teknologi-teknologi baru tidak terbatas pada teknologi battery VLRA ataupun lithium. Namun, juga teknologi baru seperti vanadium redox flow.
Oleh karena itu, Yusrizki menekankan bahwa de-dieselisasi PLN merupakan program EBT pertama dalam beberapa tahun dengan kapasitas yang masif dan memiliki kepentingan nasional yang sangat kuat.
"Oleh karena itu Kadin mengajak PLN dan dunia usaha untuk bersama-sama mengawal aspek-aspek techno-commercial, sehingga inisiatif PLN ini menjadi inisiatif yang feasible dan terutama investable," katanya.
Yusrizki mengatakan program de-dieselisasi ini juga memberikan jalan untuk pasar PLTS yang besar di Indonesia dan regulasi sudah seharusnya mendukung dan memberikan jalan bagi program PLN.
Dia meyakinkan Kadin untuk mendukung industri nasional sekaligus harus realistis, mengingat pabrikan lokal hanya mampu memberikan kandungan lokal hingga 40 persen-42 persen untuk kebutuhan panel surya.
Padahal, lanjut dia, dalam Peraturan Menteri Perindustrian, tingkat komponen dalam negeri untuk kebutuhan panel surya harus mencapai 60 persen pada 2022.
"Mari sesuaikan regulasi itu dengan realitas yang ada, lalu bersama-sama cari jalan untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri dan nilai tambah domestik," kata Yusrizki.
Dalam kesempatan ini, Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto mengharapkan Kadin Indonesia dapat menjembatani komunikasi dengan Kementerian Perindustrian terkait program energi hijau.
Kadin Indonesia mengingatkan aspek techno-commercial yang akan dirancang oleh PT PLN (Persero) tidak sekedar mengejar penetrasi energi baru terbarukan (EBT).
- Dirut PLN IP Apresiasi Ribuan Petugas yang Menjaga Kebutuhan Listrik saat Lebaran
- Kejagung Dinilai Perlu Telisik Pengadaan Minyak Mentah di Indonesia
- PLN IP Berhasil Penuhi Kebutuhan Listrik Saat Idulfitri
- Kadin DKI Gandeng Masjid Istiqlal dan Indosat Ooredoo Berdayakan Ekonomi Umat
- Kado Lebaran dari Pertamina: Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai Hari Ini 29 Maret 2025
- Kado Idulfitri Pertamina Turunkan Harga BBM Jenis Ini