Kakak Besar dan The Golden Boy
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

jpnn.com - Kontestasi Pilpres 2024 makin dekat, berbagai manuver kian dinamis. Berbagai kemungkinan bisa terjadi, tetapi secara umum kontestasi ini akan menjadi ajang balapan dua kuda pacu ‘’two horse race’’ antara Anies Baswedan dan pasangannya melawan Ganjar Pranowo dan pasangannya.
Dua kuda pacu itu sekarang terus bermanuver dan bergerak dengan caranya sendiri.
Anies Baswedan melakukan pergerakan yang makin terbuka. Dukungan resmi dari Koalisi Perubahan membuat Anies bisa mengantongi syarat minimal presidential threshold 20 persen.
Hal ini membuat langkah Anies makin terbuka.
Ganjar Pranowo belum mempunyai tiket di kantongnya, tetapi hal itu tidak menghalanginya untuk terus bergerak dengan caranya sendiri.
Ajang panen raya di Kebumen (9/3) yang menampilkan momen kebersamaan Jokowi-Ganjar Pranowo-Prabowo Subianto, dianggap sebagai kode keras bahwa Jokowi akan meng-endorse pasangan Ganjar Pranowo sebagai capres dan Prabowo sebagai cawapres.
Dalam momen itu ketiga tokoh itu berkumpul bareng lalu berjalan ke tengah sawah tanpa pengawalan.
Terlihat akrab dan gayeng, penuh dengan simbolisasi politik. Warga yang bekerumun dari jauh berteriak memanggil nama Jokowi. Ada juga yang berteriak memanggil Prabowo. Banyak juga yang meneriakkan nama Ganjar.
Ganjar Pranowo menjadi salah satu protégé yang bakal diproyeksi menggantikan Jokowi sekaligus melanjutkan hubungan baik dengan Kakak Besar.
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar
- Sinyal Jokowi Gabung PSI Makin Kuat, Golkar: Pasti Ada Hitungan Politik
- Pengamat Politik Sebut Wajar Jokowi Diunggulkan Jadi Ketua Wantimpres RI
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI