Kakek-Nenek Itu Lega Bisa Lihat Jokowi dari Dekat
’’Kami berharap Pak Jokowi bisa membuatkan sebuah wadah agar kami kaum disabilitas bisa berkumpul dan berkarya,’’ tuturnya.
Selain itu, dia berharap fasilitas publik di Indonesia bisa lebih ramah bagi kaum disabilitas seperti dirinya.
Jokowi tiba di bundaran HI pukul 13.40. Tahu presidennya datang, warga pun makin merangsek mendekat ke kereta kecana yang ditarik empat kuda jantan itu. Barikade aparat Polri dan TNI pun tidak mampu membendung atusiasme warga.
Alhasil, warga terlibat dorong-mendorong dengan Paspampres serta aparat keamanan yang bertugas memberikan ruang bagi rombongan kereta Jokowi.
Begitu kereta berjalan pelan, ribuan tangan serentak melambai kepada Jokowi. Lambaian itu dibalas dengan senyum, lambaian tangan, serta sapaan khas mantan wali kota Solo tersebut. Sempat terjadi insiden kecil ketika Jokowi nyaris terjatuh saat hendak naik ke tempat duduk di atas kereta kencana. Sebab, pada saat bersamaan, mendadak si kuda berjalan.
Meski begitu, Jokowi tetap bersemangat menyapa warga yang mengelu-elukan namanya. Sambil berdiri di atas tempat duduk kereta kencana, Jokowi mengacungkan tangan kanannya membentuk angka tiga yang berarti Persatuan Indonesia. Kode tersebut langsung dibalas warga dengan cara serupa.
Setelah melambai kepada rakyat, presiden 53 tahun itu mencopot dasi merah yang dikenakannya, dilanjutkan membuka kancing atas kemeja putihnya. Lalu, Jusuf Kalla bergabung.
Mereka pun melambaikan tangan bersama kepada rakyat di sepanjang Jalan Thamrin. Senyum semringah tidak pernah lepas dari wajah keduanya. Kereta kencana pun melaju perlahan hingga ke Istana Negara.
SEJAK pukul 07.00, gelombang warga yang ingin mengarak pemimpin barunya mulai berdatangan di bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Semakin siang,
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara
- Rumah Musik Harry Roesli, Tempat Berkesenian Penuh Kenangan yang Akan Berpindah Tangan
- Batik Rifaiyah Batang, Karya Seni Luhur yang Kini Terancam Punah
- 28 November, Masyarakat Timor Leste Rayakan Kemerdekaan dari Penjajahan Portugis
- Eling Lan Waspada, Pameran Butet di Bali untuk Peringatkan Melik Nggendong Lali
- Grebeg Mulud Sekaten, Tradisi yang Diyakini Menambah Usia dan Menolak Bala