Kamboja Lockdown Gegara Corona, Warganya Terancam Kelaparan

Berdasarkan sensus 2019, dia memperkirakan hampir 300.000 orang tinggal di kawasan zona merah.
“Bukan hanya orang miskin yang seringkali diabaikan oleh masyarakat, kelas menengah juga kehabisan bahan pangan,” ujarnya.
"Ini tidak normal di negara dengan ukuran seperti Kamboja, di mana kita menanam makanan yang tidak bisa dimakan rakyat kita sendiri."
Naly mengatakan truk makanan tidak boleh masuk ke zona merah, pasar di dalam zona terpaksa ditutup, dan program makanan bantuan pemerintah tidak memadai.
"Paket makanan [dari pemerintah] tidak bergizi, juga sangat lambat untuk didistribusikan, dan yang paling penting, distribusinya sangat selektif," katanya.
"Jadi, jika Anda dianggap sebagai aktivis atau tidak memiliki koneksi, Anda sering tidak mendapatkan donasi ini."
Naly mengatakan, lembaga swadaya masyarakat (LSM) belum diberi akses ke zona merah untuk mengirimkan paket makanan, tetapi telah melakukan apa pun yang mereka bisa untuk membantu masyarakat.
Kamboja berhasil mengekang virus corona selama setahun terakhir, tapi kini saat infeksi melonjak, penduduk yang di-lockdown terancam kelaparan karena mereka dilarang keluar rumah sementara paket bantuan pemerintah kerap terlambat dan tidak merata
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dexa Medica Rayakan 25 Tahun di Kamboja