Kandang Bubrah
Oleh: Dhimam Abror Djuraid
Jenderal Andika Perkasa, sebagai penguasa kandang, tidak bisa mengelak ketika ditohok dengan pertanyaan mengenai persaingan dingin dirinya dengan KSAD Jenderal Dudung Abdurrahman, yang tidak datang dalam rapat penting itu.
Jenderal Andika tegas membantah ada perang bintang di kandang TNI.
Akan tetapi, publik sudah bisa membaca ada yang bubrah di kandang TNI, karena setiap kali Panglima ada acara, KSAD Dudung tidak ikut mendampingi.
Dudung yang oleh sebagian netizen diledeki sebagai ‘’Jenderal Baliho’’--karena menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab—disebut-sebut punya ambisi untuk menggantikan Jenderal Andika yang pensiun akhir tahun ini.
Kandang bubrah juga terjadi di lingkungan partai politik pendukung Joko Widodo.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menjadi anggota Koalisi Indonesia Bersatu yang pro-Jokowi—mendadak memecat Suharso Monoarfa sebagai ketua umum dan menggantinya dengan Muhammad Mardiono.
Kadang bubrah PPP terjadi karena Suharso membuat marah para kiai dengan pernyataan ‘’amplop kiai’’ saat ada acara di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Kandang bubrah di PPP merupakan lagu lama yang diputar lagi.
Kandang bubrah adalah salah satu ritual yang dilakukan untuk mengumpulkan kekayaan atau mencari kesaktian, kekuasaan atau power.
- Prabowo Seorang Kesatria, Harus Tegas Hadapi Cawe-Cawe Jokowi di Pilkada
- Tim Hukum RIDO Kecam Persekusi yang Dialami Sukarelawannya yang Pasang Stiker
- Pilwalkot Semarang 2024: Restu & Doa Jokowi untuk Yoyok-Joss
- Lihat Senyum Jokowi saat Kampanye Luthfi-Yasin di Simpang Lima Semarang
- Pramono Dinilai Samarkan Dukungan PDIP dan Megawati karena Faktor Ahok
- Dukungan Anies untuk Pram-Rano Bakal Berdampak Signifikan