Kapan Giliran Buni Yani Diperiksa Polisi?
jpnn.com - JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama baru selesai menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Dia diperiksa atas kasus dugaan penistaan agama.
Juru Bicara Mabes Polri Kombes Rikwanto mengatakan bahwa setelah memeriksa Ahok, pihaknya juga akan memanggil Buni Yani selaku orang yang menyebarkan video penistaan agama Ahok.
"Kamis dipanggil penyidik. Sebagai saksi dalam kaitan kasus sebagai pelapor," kata dia di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Rikwanto mengatakan, dalam video viral yang menjadi asal muasal kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pihak kepolisian meyakini ada beberapa bagian yang dipotong oleh Buni Yani.
"Ada beberapa kata yang disunting yang menjadi viral. Ini jadi masalah bagi umat Islam. Untuk itu penyidik klarifikasi semua pada saat kunjungan Ahok ke Kepulauan Seribu," jelas dia.
Dia menambahkan, dalam kunjungan ke Kepulauan Seribu, Ahok hampir satu jam berbicara di depan masyarakat Kepulauan Seribu tentang program untuk pengembangan perikanan yang memajukan keuntungan.
Sedangkan Buni Yani hanya menyiarkan penggalan video yang sarat akan editan.
"Memang itu diedit, dipotong. Kan durasi asli satu jam lebih. Yang diambil penggalan saja," tandas Rikwanto. (Mg4/jpnn)
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama baru selesai menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/11)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Honorer Titipan Mencuat Menjelang Pendaftaran PPPK 2024 Tahap 2, Bu Sri Punya Usulan
- Bea Cukai & Polri Gagalkan Penyelundupan 38,9 Kg Sabu-Sabu dan 29.182 Butir Ekstasi
- Besok Pendaftaran PPPK 2024 Tahap 2, Perhatikan Syarat Khusus
- 5 Berita Terpopuler: Arogansi Oknum Pengusaha Surabaya Luntur, Aksi Suruh Siswa Menggonggong Berujung Borgol
- Momen Seskab Teddy Dampingi Presiden Prabowo Temui Presiden Joe Biden di Gedung Putih
- Wamentrans Viva Yoga Berencana Revitalisasi Kawasan Transmigrasi untuk Mendukung Program Food Estate