Kapitalisme Sepak Bola
Oleh Dhimam Abror Djuraid

Namun, seperti kata populer dalam bahasa iklan 'size doesn’t matter' alias ukuran bukan persoalan. Messi mini, tetapi bisa membuktikan bahwa efeknya superjumbo.
Di usianya yang sudah merambat 35 tahun, sihirnya dianggap mulai redup. Akan tetapi, sihir itu bersinar terang di Piala Dunia 2022.
Dalam pertandingan Argentina melawan Kroasia, Messi dikawal secara khusus oleh Josko Gvardiol, bek muda yang dianggap sebagai salah satu pemain belakang terbaik pada Piala Dunia 2022.
Usia Gvardiol baru 23 tahun, Messi lebih tua 12 tahun darinya. T
Namun, Gvardiol dibuat patah pinggang terkena tekukan 180 derajat Messi. Gvardiol dipaksa mengejar pantat setiap kali diajak sprint oleh Messi.
Size does’nt matter, age doesn’t matter too, ukuran tubuh tidak menjadi masalah, usia juga tidak menjadi masalah.
Messi sudah mendapatkan enam kali penghargaan pemain terbaik dunia Ballon d’Or. Ia bersaing dengan Cristiano Ronaldo yang juga sudah mengoleksi lima Ballon d’Or.
Namun, Messi masih punya utang defisit prestasi. Ia sudah mempersembahkan Copa America, tetapi masih belum pernah merasakan mengangkat Piala Dunia.
Banyak kejanggalan yang menguntungkan Argentina. Messi menjadi kandidat top scorer dengan lima gol, empat di antaranya melalui penalti.
- Ancelotti Sebut Mbappe Punya Kesempatan Menyamai Rekor Ronaldo di Real Madrid
- Real Madrid vs Leganes, Mbappe & Bellingham Bawa Los Blancos Meraih Kemenangan
- Presiden Macron: Serangan Israel di Beirut Tak Dapat Diterima
- Kualifikasi Piala Dunia: Tanpa Messi, Argentina Hajar Brasil 4-1
- Argentina vs Brasil, Raphinha Optimistis Bisa Cetak Gol ke Gawang Tim Tango
- Prancis Apresiasi Polres Tanjung Priok Tangkap Pelaku Pembegalan Warganya