Kapitra Ampera: Itu Membahayakan Presiden Jokowi

Kendati demikian, bagi Kapitra, antusias masyarakat Maumere yang membeludak saat kedatangan Jokowi itu membuktikam bahwa masyarakat punya kecintaan dan rasa memiliki terhadap Presiden Jokowi.
Kejadian viral tersebut pun bisa jadi pembelajaran bagi petugas pengamanan presiden dan aparat pemerintah daerah untuk bisa mengantisipasi adanya kerumunan massa saat kunjungan presiden.
"Iya pembelajaran buat petugas jangan sampai kebobolan dan pembelajaran juga buat aparat pemerintah daerah harus bisa antisipasi. Itu kan membahayakan diri presiden itu," ujar Kapitra.
Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, kerumunan itu akibat spontanitas warga.
"Jadi sebenarnya itu melihat spontanitas dan antusiasme masyarakat Maumere menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Kebetulan mobil yang digunakan presiden atapnya dapat dibuka, sehingga presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker," kata dia.
Mengenai aksi Jokowi membagi-bagikan suvenir ke kerumunan massa, Bey mengeklaim hal itu juga spontanitas saja.
"Itu spontanitas presiden untuk menghargai antusiasme masyarakat, suvenirnya itu buku, kaus, dan masker. Poinnya, presiden tetap mengingatkan warga tetap menaati protokol kesehatan," kata Bey. (cr1/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Kapitra Ampera menyebut pihak yang dianggap melakukan kesalahan terkait kerumunan massa saat kunjungan Presiden Jokowi di Maumere, NTT.
Redaktur & Reporter : Dean Pahrevi
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar