Kapolda NTT Irjen Lotharia Sudah Keluarkan Perintah, Tangkap
![Kapolda NTT Irjen Lotharia Sudah Keluarkan Perintah, Tangkap](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/watermark/2021/04/06/kapolda-ntt-irjen-pol-lotharia-latif-saat-dijemput-bupati-fl-75.jpg)
jpnn.com, LARANTUKA - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Lotharia Latif telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap spekulan harga bahan bangunan pascabencana badai melanda Kota Kupang.
Dia juga memerintahkan jajarannya menyisir semua toko bangunan di ibu kota provinsi tersebut guna menyelisik ada tidaknya spekulan harga.
"Jika ada pemilik toko yang menjual bahan bangunan dengan harga tidak wajar saya perintahkan ditangkap," kata Irjen Lothari di Larantuka, Flores Timur, Selasa malam (6/4).
Sebelumnya warga melaporkan kenaikan harga sejumlah bahan bangunan seperti atap seng yang semula hanya Rp 50 ribu per lembar, naik menjadi Rp 70 sampai Rp 75 ribu.
Irjen Lotharia menilai kenaikan itu tidak wajar. Ada indikasi penjual sengaja menaikkan harga bahan bangunan dengan memanfaatkan kesempatan di tengah bencana.
Oleh karena itu, dia memerintahkan kepada jajarannya memantau kenaikan harga bahan bangunan yang meresahkan warga di Kota Kupang maupun NTT secara umum.
Lotharia mengimbau kepada pengusaha material bangunan untuk tetap membuka tokonya seperti biasa meski bahannya habis. Bila ditutup, dikhawatirkan dapat memicu penjarahan.
Selain itu, dia juga meminta PLN wilayah NTT segera mempercepat pemulihan jaringan listrik di lokasi-lokasi vital di Kota Kupang.
Irjen Lotharia Latif merespons keluhan warga soal kenaikan harga bahan bangunan pascabencana badai menerjang Kota Kupang.
- Dukung Program 3 Juta Rumah, SIG & PT Timah Karya Persada Properti Jalin MoU
- 3 Perwira Polisi di NTT Aniaya Anggota, Begini Nasibnya
- SIG Pasok Bahan Bangunan untuk Flyover Madukoro
- Bikin Malu Polri, Oknum Polisi di Kupang Menipu Hingga Rp 400 Juta
- Anggota Polda NTT Pelaku Penggelapan Rp 400 Juta Akan Ditindak Tegas
- Rudianto Lallo DPR Terima Aduan Keluarga Calon Polwan Lasmini Soal Rekrutmen Polri