Kapolda Riau: Tidak Ada Toleransi bagi Pelaku Karhutla!

Selain itu, teknologi juga dimanfaatkan untuk mempercepat respons terhadap kebakaran.
Polda Riau telah mengoptimalkan aplikasi pemantau titik api, yang memungkinkan tim di lapangan segera bergerak ke lokasi yang terdeteksi mengalami kebakaran.
“Dengan aplikasi ini, kami dapat mendeteksi titik api dengan cepat dan segera mengirimkan tim ke lokasi. Ini bagian dari strategi kami untuk meminimalkan dampak Karhutla,” jelasnya.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, sebanyak 1.300 lebih personel gabungan telah disiagakan. Selain itu, Polda Riau terus mengevaluasi kesiapan peralatan pemadam kebakaran.
“Bersama pemerintah daerah, kami memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap. Jika ada kekurangan, akan segera dilengkapi agar upaya mitigasi Karhutla berjalan maksimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irjen Herry menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla bukan hanya tindakan represif, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami bukan hanya berbicara, tetapi bertindak. Siapa pun yang terbukti terlibat, baik individu maupun perusahaan, akan diproses secara hukum,” tandasnya.
Kapolda menambahkan bahwa Karhutla tidak hanya berdampak pada masyarakat Riau, tetapi juga dapat menimbulkan masalah lintas negara, seperti kabut asap yang menyebar hingga Malaysia dan Singapura.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan akan bertindak tegas pelaku kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), baik individu maupun korporasi.
- Arus Balik di Jalur Riau-Sumbar Mengalami Peningkatan, Ini Lokasi Rawan Macet
- Kapolda Riau Pantau Jalur Mudik dari Udara, Pastikan Lalu Lintas Lancar dan Aman
- 6.039 Lokasi Disiapkan untuk Salat Id di Riau, Ini 3 Tempat Terbesar di Pekanbaru
- Irjen Herry Dorong Bupati Kampar Terus Mengembangkan Pariwisata Candi Muara Takus
- Begini Kondisi Arus Mudik dari Riau ke Sumatera Barat
- Kapolda Riau Pastikan Antisipasi Bencana di Jalur Riau-Sumbar