Kapolres Timika Minta Warga Jangan Terprovokasi
Selasa, 04 Desember 2012 – 05:10 WIB

Aparat kepolisian yang melakukan penjagaan di Jalan Cenderawasih, depan Kantor DPRD Mimika yang ditempat massa warga Suku Kamoro, Senin (3/12). Foto: Eleuterius Leisubun/Radar Timika
TIMIKA – Kepala Kepolisian Resor Mimika AKBP Jermias Rontini mengimbau seluruh warga yang ada di Mimika agar tidak serta merta mempercayai dan termakan isu atau kabar yang belum jelas keakuratan dan kebenarannya. Menurutnya, warga harus bersama-sama aparat untuk menciptakan keamanan yang lebih kondusif. Kapolres berharap kepada seluruh warga untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum atas peristiwa pembunuhan tersebut kepada pihak Kepolisian. “Pelaku pembunuhan sudah kita tangkap. Percayakan kepada Kami untuk menanganinya secara professional,” imbuhnya.
Himbauan ini polisi pemilik dua melati di pundaknya itu berkaitan peristiwa meninggalnya Apolo Ekikitaro, Kepsek SD Inpres Timika 3 SP 3 pada Sabtu (1/12) lalu di tangan calon menantunya, RR (28). Tewasnya Apolo ini memicu terjadi bentrok antar-warga di Timika, Papua.
Baca Juga:
“Jika ada kabar-kabar yang belum jelas, silahkan mengkroscek kepada kami untuk kemudian kami akan telurusi dan sampaikan benar atau tidaknya kabar tersebut,” kata Jermias kepada Radar Timika (JPNN Group), Senin (3/12).
Baca Juga:
TIMIKA – Kepala Kepolisian Resor Mimika AKBP Jermias Rontini mengimbau seluruh warga yang ada di Mimika agar tidak serta merta mempercayai
BERITA TERKAIT
- Jenazah Lilie Wijayati si Mamak Pendaki Tiba di Rumah Duka Bandung, Pelayat Penuhi Ruangan
- Pembantai Harimau Sumatra di Rohul Ditangkap, Lihat Tuh Tampangnya
- Pendakian ke Puncak Carstensz Disetop Sementara
- Patroli di Sekitar Masjid, Polsek Tanjung Batu Amankan 12 Pecandu Lem Aibon
- Pembantaian Harimau Sumatra di Rohul, 6 Pelaku Ditangkap Polisi
- Lalu Ahmad Zaini Persilakan Pejabat yang Tak Mampu Bekerja Maksimal Mengundurkan Diri