Kapolri Belum Yakin WNI Terlibat Aksi Bom Mobil di Filipina

jpnn.com, JAKARTA - Atase Polri di Filipina terus berkoordinasi dengan kepolisian setempat terkait dugaan adanya warga negara Indonesia (WNI) terlibat dalam aksi bom bunuh diri dengan mobil pada Selasa (31/7) lalu.
Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, hingga kini belum ada yang bisa memastikan WNI terlibat.
Tito bahkan mendapat kabar, pelakunya merupakan warga Afrika Selatan dan Maroko.
“Kami dengan Filipina masih bekeja sama. Sekarang lagi diselidiki, informasinya dari Maroko, kalau enggak salah satunya dari Afrika Selatan,” kata Tito kepada wartawan, Minggu (5/8).
Sehingga, belum ada jaminan WNI terlibat dalam aksi teror di Filipina.
“Masih kami selidiki, belum terkonfirmasi,” tegas mantan Kapolda Metro Jaya ini.
Diketahui bahwa ledakan bom mobil di sebuah provinsi di selatan Filipina pada Selasa siang telah menewaskan 10 orang dari warga sipil, tentara, dan milisi.
Ledakan itu juga menghancurkan bagian barikade yang mengelilingi pos militer di Desa Colonia, Provinsi Pulau Basilan. (cuy/jpnn)
Atase Polri di Filipina terus berkoordinasi dengan kepolisian di sana terkait dugaan adanya WNI terlibat dalam aksi bom bunuh diri dengan mobil, Selasa (31/8).
Redaktur & Reporter : Budi
- Menlu Sugiono Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
- Bus Rombongan Umrah Kecelakaan di Saudi, 6 WNI Wafat
- Fasilitasi WNI yang Ingin Magang ke Jepang, BNI Gandeng Serbaindo Edutechno
- Akademisi: Sebagian WNI di Suriah Layak Mendapat Kesempatan Kedua
- Soal Wacana Driver Wajib Ber-KTP Bali, Pemda & Pemerintah Pusat Diminta Lakukan Hal ini
- Setelah 'Perjalanan Panjang', Keluarga Indonesia Ini Diperbolehkan Menetap di Australia