Kapolri: Negara Mampu Bayar Gak?
Kamis, 04 Januari 2018 – 06:52 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: dok.JPNN.com
“Semua manajemen kasus masuk dalam database besar dan bisa dicek pimpinan tapi dengan security password di level tertentu,” urai dia.
Pasalnya, kalau hanya mengandalkan sistem manual yang dipakai selama ini, Tito selaku pimpinan sulit melakukan pemantauan.
“Satu bulan menerima 35 ribu laporan, setahun 400 ribu. Bagaimana bisa dikontrol kalau manual,” tambah dia. (mg1/jpnn)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta ada sistem ad cost seperti KPK sehingga kerja reserse Polri lebih maksimal.
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan
BERITA TERKAIT
- Dulu Usut Teroris, Kini Brigjen Eko Hadi Dipilih jadi Dirtipid Narkoba Bareskrim
- Bea Cukai dan Polri Temukan 1,88 Kuintal Sabu-Sabu di Kebun Sawit di Aceh Tamiang
- AKBP Fajar Ditangkap Propam Mabes Polri, Kasusnya Dobel
- Belum Beres, Pemeriksaan 4 Polisi Intimidasi Lagu Sukatani Masih Berlangsung
- Band Sukatani Minta Maaf telah Menyentil Polisi, Ini Respons Mabes Polri
- 4 Anggota Mafia Narkoba Asal Jambi Ini Segera Diadili