Kapolri Terbitkan Instruksi Penting!

Khususnya Jawa Barat yang terkenal dengan lokasi wisata.
Dia meminta penegakan protokol kesehatan harus berjalan dengan ketat.
Kapolri juga mengkritisi masih kurangnya potensi aplikasi PeduliLindungi di beberapa tempat.
Walau sudah terpasang barcode, tetapi kepastian pengecekan terhadap masyarakat yang mengakses dianggap masih lemah.
"Karena itu di setiap tempat dipasang aplikasi PeduliLindungi betul-betul ada petugas jaganya," katanya.
Dia menilai petugas perlu kooperatif dalam pengecekan. Misalnya, menanyakan warga yang belum mendapatkan vaksin, mengetahui alasannya, lalu mengarahkan warga ke gerai vaksin terdekat.
"Bagi warga yang termonitor warna hitam di aplikasi PeduliLindungi, yang ada kontak erat atau terkonfirmasi positif tentunya didorong ke isolasi karantina sementara sebelum ke rumah sakit rujukan," katanya.
Kapolri menemukan ada pos pengamanan dan pos pelayanan berada dekat dengan lokasi isolasi sementara.
Tolong, seluruh jajaran kepolisian memperhatikan instruksi Kapolri ini, jangan lalai.
- Kompolnas Minta Kasus Pengawal Kapolri Pukul Wartawan Harus Diproses
- Ajudan Kapolri Tempeleng Jurnalis, Pengamat: Nilai Humanis Hanya Jargon
- Tindakan Ajudan Kapolri Dianggap Bentuk Pelecehan Terhadap Kebebasan Pers
- Polisi yang Tempeleng Pewarta Foto di Semarang Siap-siap Kena Sanksi Tegas
- Pengawal Kapolri yang Pukul dan Ancam Wartawan di Semarang Minta Maaf, Nih Tampangnya
- Ipda E Meminta Maaf kepada Jurnalis ANTARA, Lihat Itu