Kardinal Kontroversial Sebut Pelecehan Anak-anak Akibat Agenda Kaum Homo

Menjelang pertemuan puncak Gereja Katolik untuk membahas pencegahan pelecehan seksual terhadap anak-anak, dua kardinal konservatif melontarkan pernyataan kontroversial mengenai adanya "agenda homoseksual" dalam kejahatan tersebut.
Dalam surat terbuka, Kardinal Raymond Burke asal AS dan Kardinal Walter Brandmuller asal Jerman, menyatakan pelecehan terhadap anak-anak di institusi Gereja Katolik bukan semata-mata disebabkan penyalahgunaan kewenangan para tokoh agama. Hal ini, kata mereka, disebabkan oleh "krisis yang jauh lebih besar".
"Wabah agenda homoseksual telah menyebar di dalam lingkungan gereja, dipromosikan oleh jaringan terorganisir dan dilindungi oleh iklim keterlibatan dan konspirasi untuk mendiamkannya," demikian isi surat mereka.
Kedua kardinal ini dikenal sebagai penentang keras Paus Fransiskus. Keduanya tergolong dalam sayap tradisionalis Gereja Katolik.
Mereka percaya bahwa homoseksualitas merupakan faktor penyebab utama terjadinya pelecehan yang dilakukan para tokoh agama.
Namun Uskup Agung Brisbane, Mark Coleridge, salah satu pemuka Katolik paling senior di Australia, mengatakan sama sekali tak setuju dengan pernyataan kedua kardinal.
"Kedua kardinal itu dikenal karena kritikan semacam ini, yang jelas saya tolak dan juga banyak orang lain menolaknya," katanya Uskup Agung Coleridge yang saat ini berada di Vatikan.
"Sejauh pengetahuan saya, Paus Fransiskus dan banyak lainnya, permasalahannya yaitu penyalahgunaan kewenangan," tambahnya.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi