Karet Gelang
Oleh Dahlan Iskan

Gao Feng, juru bicara yang masih muda itu akhirnya agak memerinci: yakni perusahaan asing yang tidak menghormati kontrak, pemasok yang tidak mau lagi memasok dengan pertimbangan non-komersial, yang melanggar peraturan dan yang mengganggu kepentingan perusahaan dalam negeri Tiongkok.
Huh!
Penjelasan terakhir itu pun ternyata lebih karet lagi. Masih bisa diolor ke mana pun. Bahkan suka-suka yang mengolor.
Tentu perusahaan Amerika di Tiongkok kini panas-dingin. Mereka lagi tebak-tebakan: siapa yang akan kejepret karet duluan.
"Dalam waktu dekat," ujar Gao Feng. Tentang kapan blacklist itu akan diberlakukan.
Huawei sendiri sebenarnya tidak minta bantuan pemerintah. Huawei masih terus berjuang. Dengan kekuatannya sendiri. Dengan caranya sendiri.
Usaha terakhirnya diumumkan pekan lalu: akan menggugat pemerintah Amerika. Di pengadilan Amerika.
Huawei sangat percaya pada sistem hukum Amerika. Sangat independen.
Jumat lalu adalah 'hari keramat' di Tiongkok. Hari itu pemerintah mengumumkan: akan mem-blacklist perusahaan asing yang tidak bisa diandalkan.
- Labuhan Jambu
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika