Karier Politik Azis Sebelum Diumumkan Tersangka, Pernah Jadi Ketua Banggar dan Komisi III

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan status hukum Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin sebagai tersangka penyuap mantan penyidik lembaga antirasuah AKP Stepanus Robin Pattuju.
“AZ, wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI periode 2019-2024 sebagai tersangka,” kata Firli Bahuri dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Sabtu (25/9) dini hari.
Kembali ke Azis, pria kelahiran Jakarta itu sebenarnya memiliki karier politik yang moncer sebelum ditetapkan sebagai tersangka.
Misalnya, dia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI pada 2014-2016 sebelum digantikan oleh Bambang Soesatyo atau Bamsoet.
Pria kelahiran 31 Juli 1970 tersebut pernah pula menjabat sebagai Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung.
Azis juga pernah menjabat Pengurus Pusat Partai Golkar. Kala itu dirinya berstatus sebagai Ketua Bakumham dan Otda parpol berwarna kebesaran kuning.
Berikutnya, Azis juga pernah menjabat Wakil Sekretaris Lembaga Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar.
Terakhir, Azis pernah pula menjabat sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) periode 2008-2011.
Perjalanan karier politik Azis Syamsuddin sebelum jadi tersangka kasus penyuapan.
- GMSK Dukung KPK Dalami Keterlibatan Febrie Diansyah di Kasus TPPU SYL
- KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Febri Diansyah
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Pengacara Ungkap Tiga Kelemahan Jaksa Jawab Eksepsi Hasto, Silakan Disimak
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- Guntur Romli Tuduh KPK Pakai Cara Kotor untuk Ganggu Pembelaan Hasto