Kasus COVID-19 di Bali Meledak Setelah Pemerintah Lakukan Ini

Sebelum pandemi, krematorium yang diberi nama Sagraha Mandra Kantha Santhi hanya melakukan kremasi satu jenazah dalam sehari.
"Belakangan ini kami menerima 8 sampai 10 jenazah dalam sehari, bahkan pernah menerima 18 jenazah," kata kepala krematorium I Nyoman Karsana.
Inilah kenyataan sekarang di pulau Dewata tersebut yang beberapa bulan sebelumnya yang tampaknya berhasil menangani penyebaran corona di saat di bagian lain di Indonesia penyebaran tinggi.

Resiko membuka diri untuk turis
Tingkat kematian karena corona di Bali termasuk yang paling cepat di Indonesia, sejak pulau tersebut membuka diri untuk kedatangan turis lokal 31 Juli lalu.
Sejak pariwisata dibuka kembali, jumlah kematian karena COVID-19 di Bali naik lima kali lipat dan tingkat penularan juga naik dua kali lipat.
Delapan dari sembilan kabupaten di Bali sekarang masuk dalam zona merah.
Menurut epidemiolog Dr I Gusti Ngurah Kade Mahardika, sedikitnya jumlah tes COVID-19 yang dilakukan membuat susah untuk mengetahui tingkat penularan sebenarnya.
Bali berusaha mengembalikan diri sebagai destinasi utama wisata di Indonesia dengan membuka diri di tengah pandemi COVID-19
- ASDP: Arus Balik di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Meningkat
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Ambil Alih 99% Saham CKBD, CBDK Hadirkan Hotel Bintang 5 di Kawasan NICE
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun