Kasus Dumping, Jawa Timur Terbanyak
Jumat, 13 Maret 2009 – 17:47 WIB

Kasus Dumping, Jawa Timur Terbanyak
JAKARTA - Banyaknya tuduhan kasus dumping terhadap Indonesia, Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP) Departemen Perdagangan (Depdag) RI harus melakukan langkah–langkah proaktif guna mengatasinya. Antara lain yakni melalui penyuluhan atau penyebaran informasi, dengan menjelaskan kepada para pelaku bisnis dan masyarakat umum. Di samping itu, ia juga sempat menyebutkan bahwa menurut data yang dimiliki Depdag, hingga saat ini ada sekitar 180 kasus tuduhan dumping yang terjadi di Indonesia dari 23 negara.
Direktur Pengamanan Perdagangan Depdag RI Drs Martua Sihombing MM menjelaskan, tuduhan-tuduhan tersebut apabila tidak ditangani dengan sebaik-baiknya, maka tidak mustahil akan berakhir dengan pengenaan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD), Bea Masuk Imbalan (BMI), atau Tindakan Safeguard.
"Tentunya dampak atas pengenaan bea masuk tambahan tersebut adalah harga produk ekspor Indonesia menjadi mahal. Akibatnya, produk ekspor Indonesia kalah bersaing dengan produk lain yang sejenis, baik produk ekspor dari negara pesaing lainnya maupun produk pesaing dari domestik," ungkapnya.
Baca Juga:
JAKARTA - Banyaknya tuduhan kasus dumping terhadap Indonesia, Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP) Departemen Perdagangan (Depdag) RI harus melakukan
BERITA TERKAIT
- Harga BBM Vivo Jenis Revvo 90 Kembali Turun, Jadi Sebegini Sekarang
- Harga Emas Antam Hari Ini 5 April 2025, Anjlok
- Harga Emas Antam, UBS, dan Galeti24 di Pegadaian Kompak Turun, Berikut Perinciannya
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump