Kasus Wilfrida Harus Dimenangkan
jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menyambut baik keputusan pengadilan Malaysia yang menunda putusan kasus Wilfrida Soik. Menurutnya, putusan itu membuka pintu untuk menyelamatkan Wilfrida dari hukuman mati yang mengancamnya.
"Sidang selanjutnya kan 17 November, kita ada waktu untuk melakukan pembuktian. Secara bukti hukum dia itu jelas korban karena masih di bawah umur," kata Rieke di gedung parlemen, Selasa (1/10).
Rieke menegaskan bahwa kasus Wilfrida harus dimenangkan. Bukan hanya demi menyelamatkan gadis asal Belu, NTT itu saja, tapi juga untuk TKI lain yang bernasip serupa.
"Ini bisa jadi jurisprudensi untuk Wilfrida-Wilfrida lain. Karena ada 187 orang lagi yang seperti ini," ungkapnya.
Politisi PDIP itu menilai, bukti-bukti yang ada sangat mendukung untuk memenangkan kasus ini. Terutama terkait usia Wilfrida ketika pertama kali masuk Malaysia. Karenanya, Rieke optimis kasus ini dapat dimenangkan.
"Kan ada surat baptisnya dia drekrut saat itu umur 17 tahun, harusnya kan 18 tahun kalau ingin bekerja. Tapi biar lebih otentik lagi, kita tunggu hasil uji tulang," pungkasnya.(dil/jpnn)
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menyambut baik keputusan pengadilan Malaysia yang menunda putusan kasus Wilfrida Soik. Menurutnya,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Perbedaan Data Kerugian Lingkungan Kasus Korupsi Timah Sorot Perhatian di Persidangan
- Mobil Sukarelawan Andika-Hendi Tabrak Pohon di Semarang, 2 Orang Masuk RS
- Kecelakaan di Tol Cipularang, Sopir Truk Trailer Tersangka
- Sikap Ahli di Sidang Kasus Timah Tidak Etis, Perhitungan Kerugian Negara Diragukan
- Rayakan HUT ke-24, Epson Berkomitmen Berikan Dampak Positif Bagi Masyarakat Indonesia
- Ahmad Muzani Ingatkan Warga Jaga Persatuan & Kesatuan Menjelang Pilkada 2024