Kata Hercules Setelah Diangkat jadi Tenaga Ahli Pasar Jaya, Ada yang Kebakaran Jenggot?

jpnn.com, JAKARTA - Hercules diangkat menjadi tenaga ahli direksi Perumda Pasar Jaya. Pria bernama lengkap Rosario de Marshall itu menegaskan dirinya bukan mencari makan di BUMD milik DKI.
Hercules mengakui bahwa dirinya diberikan penghargaan tersebut tak lepas dari dirinya yang bersahabat baik dengan Dirut Perumda Pasar Jaya.
"Namanya, ini suatu penghargaan, ya terima kasihlah. Tetapi kita (saya, red) bukan cari makan di situ," kata Hercules saat dikonfirmasi dalam sambungan telepon, di Jakarta, Selasa.
Namun, dirinya tidak meminta jabatan dan hanya memilih menjadi staf karena dirinya berkeinginan mengabdi pada DKI Jakarta.
"Orang mengangkat supaya jadi satu penghargaan, karena saya ini berteman baik dengan dirut, bersahabat baik, jadi saya (bilang) jadi staf sajalah, bang. (Dirut membalas) Oh, iya boleh, boleh, enggak ada masalah. Ya, enggak apa-apa," tuturnya.
Lebih lanjut, Hercules juga menampik bahwa dirinya ditunjuk menjadi tenaga ahli karena terkait dengan keamanan pasar.
"Keamanan apa? Apa yang mau diamankan? Saya juga terlibat di salah satu 'sekuriti', tetapi enggak perlu saya bicara, tetapi orang enggak tahu saja. Tetapi itu, kan, jabatan. Anak buahnya hampir tiga ribu lebih, apakah perlu kasih tahu orang? Kan, tidak perlu," ujarnya.
Karena itu, tambah Hercules, jika ada orang-orang yang "kebakaran jenggot" dengan penunjukan dirinya menjadi tenaga ahli direksi Perumda Pasar Jaya, hanyalah orang-orang "lapar".
Hercules diangkat menjadi tenaga ahli direksi BUMD Perumda Pasar Jaya milik DKI Jakarta.
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Pram-Rano Cairkan Bansos Rp 900 Ribu untuk Penerima KLJ, KAJ, dan KPDJ
- Damkar DKI Tangani 6.800 Kasus Lainnya di 2024, 4 Kali Lipat Melebihi Kebakaran
- Milad GRIB Jaya Bakal Dihadiri Puluhan Ribu Anggota, Undang Presiden Prabowo
- Hercules Larang Anggota GRIB Jaya Minta THR kepada Pengusaha
- Dewan Adat Bamus Betawi Bagikan Santunan untuk Ribuan Anak Yatim Piatu