KDRT Meningkat saat Pandemi, Pemerintah Genjot Vaksinasi untuk Sukarelawan Perempuan & Anak

jpnn.com, JAKARTA - Para sukarelawan kasus kekerasan perempuan dan anak menerima vaksinasi Covid-19, Senin (14/5). Vaksinasi itu dilakukan di Perpustakaan Nasional, Salemba, Jakarta Pusat.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang menghadiri kegiatan itu menyatakan vaksinasi tersebut merupakan upaya strategis dalam menekan laju penularan Covid-19.
"Mudah-mudahan vaksinasi ini akan membangkitkan kembali kepercayaan diri para pegiat dan sukarelawan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," kata Muhadjir.
Pada kesempatan sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Bintang Puspayoga mengungkapkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat tajam pada masa pandemi Covid-19.
Dia memperkirakan kondisi itu disebabkan faktor psikis para pelaku ataupun korban, serta terbatasnya para pegiat dan sukarelawan yang bisa melakukan pendampingan maupun advokasi.
Bintang menambahkan pada Hari Kartini lalu Kementerian PPPA melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 327 pemerhati perempuan.
Adapun vaksinasi Covid-19 kali ini dilakukan kepada 890 sukarelawan dari 67 organisasi.
“Vaksinasi ini akan memberikan rasa aman bagi mereka untuk memberikan pendampingan pada perempuan dan anak korban kekerasan,” tutur Bintang.(mcr9/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Para sukarelawan kasus kekerasan perempuan dan anak menerima vaksinasi Covid-19 di Perpusnas, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (14/5).
- Kasus KDRT Viral di Bandung Naik ke Penyidikan
- Dugaan KDRT Wanita di Bandung, Polisi Ungkap Fakta Ini
- Yeremias Bisai Jadi Tersangka KDRT, Ini Cerita Istrinya
- Mendes Yandri Berkolaborasi dengan PP Muhammadiyah Kuatkan Ekonomi dan Dakwah di Desa
- Paula Verhoeven Mengaku Jadi Korban KDRT, Baim Wong Merespons Begini
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19