Kebanjiran Pujian di Awal Pandemi, Taiwan dan Singapura Kini Alami Lonjakan Kasus COVID-19 Lagi

Mungkinkah terjadi di Australia?
Dr Dale Fisher dari National University of Singapore mengatakan walau Australia sekarang mampu meminimalkan kasus dengan menutup perbatasan, virus corona akan tetap terjadi secara global, bahkan setelah nantinya banyak warga divaksinasi.
"Bahkan bila 70 persen penduduk dunia divaksinasi, virus akan tetap beredar, dan 30 persen yang tidak mendapat vaksinasi akan rentan mendapat gejala yang parah,” katanya.
Meski pemerintah Australia sudah mengatakan kemungkinan perbatasan internasional ditutup sampai 2021 untuk mengurangi kemungkinan penularan, Dr Fisher mengatakan diperlukan kejelasan mengenai kapan Australia akan membuka diri.
"Ini akan menjadi tahun yang panjang bagi Australia, hanya bisa melihat negara lain mulai membuka diri dan menoleransi virus yang beredar,” kata Dr Fisher.
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari srtikel ABC News dalam bahasa Inggris
Menurut pakar, bertambahnya kasus COVID-19 di sejumlah negara-negara yang sempat dinilai sukses dalam menangani pandemi harus menjadi pelajaran bagi negara lainnya
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang