Kebiasaan Lebaran Jaman Dulu Ini Tinggal Kenangan
‘’Itu beberapa penyebabnya,’’ ujarnya.
Sedangkan untuk berkirim kartu lebaran, orang harus beli dulu di toko. Selain itu juga harus membeli perangko untuk pengirimannya. Mereka juga harus datang ke kantor pos. Pun, penerima juga tidak bisa secara langsung tapi harus menunggu paling cepat sehari. Sehingga, dinilai kurang efektif dan efisien.
‘’Memang lebih cepat dengan media sosial. Tapi kesannya pasti juga beda,’’ paparnya.
Secara personal tradisi ini memang banyak ditinggalkan. Namun, untuk institusi masih memafaatkannya. Hingga kini instansi pemerintah, BUMN maupun swasta masih mempertahankan tradisi ini.
Justru, kata dia, semakin banyak yang meninggalkan tradisi ini, membuat kesan berkirim kartu lebaran lebih eksklusif. Mereka lebih senang dan berkesan. Selain itu juga bisa dijadikan koleksi untuk dikenang.
‘’Karena itu rata-rata mereka (instansi) masih mengirim (kartu lebaran),’’ ungkapnya. (tif/sat)
Hari Lebaran merupakan hari yang memiliki banyak tradisi. Namun saat ini sudah banyak tradisi yang hilang dan tidak lagi dilakukan di zaman yang
Redaktur & Reporter : Budi
- Resmikan Kantor PSI Madiun, Kaesang Serukan Maidi-Bagus Menang
- Tegas, AKBP Agus Larang Konvoi Pesilat Saat Peringatan Suroan di Madiun
- Indikator Sebut Publik Puas dengan Kinerja Polri selama Mudik Lebaran 2024
- Festival Ramadan HaloZakat 1445 Sukses, Heris: Bantu Mengentaskan Kemiskinan
- Clara Shinta Habiskan Libur Lebaran di Rumah Eks Mertua
- Bawang Merah Enrekang Siap Penuhi Kebutuhan Nasional di Tengah Kenaikan Harga