Kebijakan Ahok Bikin Data Pemilih Semakin Amburadul

jpnn.com - JAKARTA - Penggusuran yang gencar dilakukan Pemprov DKI bakal berdampak serius pada proses pendataan pemilih Pilkada 2017.
Diperkirakan setidaknya 168 ribu warga Jakarta korban kebijakan Gubernur Basuki T Purnama itu, bakal kehilangan hak pilih.
Jumlah itu merupakan pemilih yang telah pindah domisili sebagai korban penggusuran.
Data ini ditemukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam proses verifikasi faktual face to face, dari rumah ke rumah.
Tim relawan pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno, Denny Iskandar mengatakan, carut marut persoalan pencocokan dan penelitian (coklit) tidak lepas dari data kependudukan DKI yang amburadul.
Menurutnya, hal ini jelas kesalahan data penduduk yang diduga dilakukan secara sengaja, masif, terstruktur, dan sistematis oleh Pemprov DKI.
"Ini bahaya sekali. Ini sudah ada niat tidak baik," kata Denny saat dihubungi, Rabu (19/10).
Karena itu, kata Denny, tim pasangan Anies-Sandi akan mengawal dan terus mewaspadai akurasi hasil coklit data penduduk.
JAKARTA - Penggusuran yang gencar dilakukan Pemprov DKI bakal berdampak serius pada proses pendataan pemilih Pilkada 2017. Diperkirakan setidaknya
- Eks Pimpinan KPK Anggap Pembahasan RUU Kejaksaan, Polri, dan TNI Bermasalah
- Ungkap Keprihatinan, Bamsoet: Indonesia Butuh Strategi Baru untuk Berantas Korupsi
- GPA Apresiasi Penyelenggaraan Retret Kepala Daerah yang Digelar Presiden dan Mendagri
- Gerakan Rakyat Bakal Jadi Parpol, Lalu Dukung Anies, Pengamat Ungkap Indikasinya
- Slamet Ariyadi DPR: BPI Danantara Mendorong Peningkatan Perekonomian Nasional Berkelanjutan
- APTISI Siap Laporkan Oknum DPR yang Diduga Mainkan Anggaran KIP Kuliah ke MKD