Kebijakan Global Pengaruhi Produksi Kelapa Sawit Nasional

Selain itu, sambung Dedi, kampanye negatif terhadap perkebunan kelapa sawit Indonesia yang dilakukan bangsa asing juga menjadi penyebab.
Kondisi lainnya, kata Dedi, ketersediaan lahan perkebunan kelapa sawit yang selama ini masih belum normal.
Masih banyak lahan di luar hak guna usaha (HGU) dicaplok perusahaan swasta yang melanggar hukum.
"Jadi, tanah untuk rakyat, petani kelapa sawit amat minim. Untungnya saja sudah diterapkan reforma agraria dan perhutanan sosial sehingga mulai ada kejelasan untuk lahan garapan petani perkebunan," ungkap Dedi.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa nilai tukar petani (NTP) per November 2018 mengalami penurunan. NTP perkebunan per November berada di angka 95,59.
Menurunnya NTP perkebunan disebabkan antara lain faktor merosotnya ekspor kelapa sawit sehingga ikut menekan harga jual di kalangan petani. (jpnn)
Ketua Forum Karya Sawit Indonesia (Forkasi) Dedi Zarkasih mengakui ekspor kelapa sawit memang menunjukkan penurunan.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- BPDP dan Olenka Dorong Hilirisasi dan Pengembangan UMKM Berbasis Kelapa Sawit
- Ekspor Minyak Sawit Sumbang Devisa Negara Capai Rp 440 Triliun
- ICOPE 2025 Ajang Merumuskan Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit Berbasis Riset & Sains
- Bea Cukai Optimalkan CEISA 4.0 untuk Dukung Peningkatan Ekspor Kelapa Sawit
- TSIT dan Apkasindo Memperkenalkan Teknologi Drone Pertanian Canggih di IPOC 2024
- Menko Airlangga Dorong Industri Kelapa Sawit yang Berkelanjutan, Efisien & Kompetitif