Kebijakan Trump Bikin Nike dan Adidas Menjerit

jpnn.com - Huawei hanya salah satu bab dari perseteruan dagang antara AS dan Tiongkok. Bab lainnya, perang tarif, juga belum selesai. Dalam surat terbuka, 173 perusahaan sepatu baru saja memprotes rencana Presiden AS Donald Trump untuk menerapkan tarif 25 persen terhadap kelompok barang dengan nilai sekitar USD 300 miliar (Rp 4.344 triliun).
Dalam rencana itu, perusahaan alas kaki bakal terkena dampak. Pemilik merek termasyhur seperti Nike, Adidas, dan Under Armour langsung meminta Trump membatalkan rencana tersebut.
’’Mewakili ratusan juta konsumen sepatu dan ratusan ribu pekerja, kami berharap Anda menghentikan kebijakan itu,’’ ujar mereka menurut The Straits Times.
BACA JUGA: Boikot Produk Huawei, Trump Bikin AS Tekor Rp 159 T
Sebagai industri yang membayar pajak USD 3 miliar (Rp 43 triliun), pelaku industri menegaskan pasti akan melimpahkan beban pajak kepada konsumen. Padahal, Nike saja mengalihdayakan 26 persen produksi sepatunya di Tiongkok. Skechers justru lebih banyak lagi 65 persen.
’’Keuntungan kami tak akan cukup menanggung kenaikan beban. Pastinya beban itu akan kami bagi dengan pembeli,’’ imbuh Direktur Operasional Global Wolverine World Wide Michael Jeppesen. (bil/c22/dos)
Pemilik merek termasyhur seperti Nike, Adidas, dan Under Armour langsung meminta Trump membatalkan rencana tersebut.
Redaktur & Reporter : Adil
- Harga Bawang Putih Melejit, Presiden Prabowo Subianto Diminta Perbaiki Tata Kelola Importasi
- Dunia Hari Ini: Presiden Trump Resmi Berlakukan Tarif Impor Baja dan Alumunium
- Dorong Pemerintah Kenakan Tarif Masuk Bawang Impor untuk Redam Gejolak Harga
- Trump Ancam Kenakan Tarif 100 Persen bagi Negara BRICS, Demokrat Dorong Insentif untuk Industri-UMKM
- Trump Siapkan Kebijakan untuk Menghukum Kanada & Meksiko, Tunggu 1 Februari!
- Toko Nike Terbesar di Jakarta Utara Usung Konsep Baru