Kecam Donald Trump, ILUNI UI Sarankan Hal Ini ke Jokowi
“ILUNI UI mengajak bangsa dan pemerintah RI untuk tetap mendukung perjuangan rakyat dan negara Palestina. Sehingga Israel dan Palestina yang merdeka bisa hidup berdampingan, saling menghormati, rukun, damai dan sejahtera,” harapnya.
Sekjen ILUNI UI Andre Rahadian menambahkan, Indonesia sejak awal menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi tak terkecuali Palestina. Menurutnya, Israel yang berdiri di atas tanah Palestina seharusnya mengakhiri pendudukannya dan tak tak lagi melakukan penjajahan di zaman modern.
“Bentuk penjajahan itu harus segera dihentikan. Karena itu, Israel harus segera mengakhiri Kependudukannya dan penjajahannya di wilayah yang diakui sebagai wilayah negara Palestina,” tegasnya.
Sedangkan Juru bicara ILUNI UI Eman Sulaeman Nasim menyampaikan apresiasinya atas rencana Presiden Jokowi berangkat ke Turki untuk menghadiri pertemuan OKI sekaligus menggalang dukungan untuk menolak klaim AS tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Eman menegaskan, Indonesia sebagai negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia sudah sepantasnya bersama negara-negara Islam lainnya menolak keputusan Donald Trump.
“Negara-negara Islam dan negara-negara yang mencintai perdamaian sudah sepantasnya secara bersama, menolak keputusan Presiden Donal Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel. Negara-negara Islam juga harus bersatu mendesak pemerintahan Amerika Serikat membatalkan pememindahan kedutaan besarnya ke Yerusalem sekaligus mencabut keputusan konyolnya itu sesegera mungkin,” papar dosen di UI itu.(ara/jpnn)
Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) mengecam keras klaim Presiden AS Donald Trump soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Redaktur & Reporter : Antoni
- Dunia Hari Ini: Tanggapan Israel Soal Surat Perintah Penangkapan PM Netanyahu
- Gaza Menderita, Otoritas Palestina Tolak Rencana Israel Terkait Penyaluran Bantuan
- Dunia Hari Ini: Konvoi Truk Bantuan Untuk Gaza Dijarah Kelompok Bersenjata
- Ngebet Usir Imigran, Donald Trump Bakal Kerahkan Personel Militer
- JDF & Ketua MPR RI Sepakat Terus Mendukung Kemerdekaan Palestina
- Trump Bakal Menghukum Petinggi Militer yang Terlibat Pengkhianatan di Afghanistan