Kecewa, Warga Christmas Island Ingin Pemerintahan Sendiri

Menurut dia, warga setempat sudah lama menyadari tidak banyak yang bisa mereka perbuat untuk melakukan perubahan di pulau itu.
"Mungkin miris ya, tapi itulah yang terjadi di pulau ini. Kami semua sudah terbiasa. Pemilu lagi, menteri baru lagi," tambah Patrick Chan.
Bukan berarti penduduk Christmas Island sama sekali tak diberi kesempatan menyampaikan suaranya.
Selama ini, mereka justru sering dimintai masukan mengenai berbagai rencana pemerintah seperti pelayanan dasar dan infrastruktur di pulau itu.
Bahkan belum lama ini, konsultan PricewaterhouseCoopers datang ke sana meninjau layanan kesehatan, termasuk perawatan lansia.
Tapi menurut Lisa Preston dari asosiasi pariwisata setempat, tidak banyak yang terjadi setelah itu. Mereka, katanya, sudah bosan dengan segala macam konsultasi.

"Kami bahkan memiliki konsultan di sini untuk berkonsultasi mengenai seberapa banyak kami perlu berkonsultasi," katanya, setengah bercanda.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi