Kedatangan Pak Ganjar Bikin Ratusan Pengungsi Banjir Tersenyum

Ganjar meminta Kades dan BPBD mencari alternatif tempat pengungsian lain untuk dijadikan posko pengungsian. Misalnya sekolahan bisa dipakai untuk menampung pengungsi karena masih libur. Dengan begitu, maka penataan bisa dilakukan dan jumlahnya bisa dikurangi.
"Saya titip Pak Kades, BPBD, PMI menindaklanjuti ini. Makanya saya langsung perintahkan hari ini, karena ini bahaya," tegasnya.
"Iya, saya minta dibuat dua atau tiga tempat pengungsian, agar tidak berkerumun. Yang sepuh-sepuh bisa dipisah agar lebih nyaman," timpal Achmad Husein.
Kepala Desa Sirau, Mualliful Hasan mengatakan ada 108 pengungsi. Jumlah itu sudah dipisah di dua tempat, yakni balai pertemuan dan sekolahan.
"Memang untuk jaga jarak, kami agak kesulitan menerapkan, karena di sini agak sempit. Tadi setelah ada gambaran dari pak Gubernur, nanti akan kami laksanakan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menghibur para pengungsi. Candaan dan banyolannya membuat suasana di dalam area pengungsian menjadi ger-geran.
Salah satunya saat Ganjar menanyakan apakah ada yang sakit atau tidak. Semua pengungsi mengatakan dalam kondisi sehat. Hanya saja, ada beberapa yang mengatakan sering pusing-pusing.
"Mumet mikir banjir, opo mikir utang," canda Ganjar dan membuat ger-geran.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memantau langsung di lapangan kondisi pengungsi banjir Kebumen.
- Tinjau Kondisi Tolitoli Plaza, Waka MPR: Kami Sangat Prihatin
- Terjun Langsung ke Cimanggung, Bupati Sumedang Pastikan Keselamatan Korban Banjir
- Federal Oil Menggelar Program Ganti Oli Gratis Bagi Korban Banjir Bekasi
- SKP Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir
- IKA UII Bantu Pemprov DKI Tangani Korban Banjir Jakarta
- Bank DKI Salurkan 7.000 Kilogram Beras dan Paket Sembako ke Korban Banjir Bekasi