Kehilangan Pekerjaan, WNI di Australia Jadi Penjual Sate Taichan

"Sejauh ini [penjualan] lumayan, apalagi untuk yang baru mulai," kata Angelin.
Layanan membawa anjing jalan-jalan

Mengerjakan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya juga dialami oleh warga Indonesia lainnya, Robin, yang berkecimpung dalam investasi saham.
Di tengah pandemi COVID-19, ia melihat peluang mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi 'dog walker' atau pembawa anjing jalan-jalan.
Peluang ini ia dapatkan setelah berpikir soal warga yang tidak terlalu ingin keluar rumah, karena ketatnya aturan pembatasan pergerakan, atau 'social distancing'.
"Di daerah sini banyak sekolah dan taman. Dari pagi, siang, hingga sore banyak anjing yang lewat di sini. Jadi saya tawarkan saja pemiliknya satu-satu," kata Robin yang juga memelihara seekor anjing.
Dari pekerjaan barunya ini, Robin menerima pendapatan tambahan kurang lebih sebesar AU$100 (Rp980 ribu) dalam sehari.
"Kalau setiap hari lumayan karena saya sendiri punya anjing dan harga makanannya cukup mahal karena tidak mau makan makanan anjing."
Di tengah melesunya banyak sektor industri akibat pandemi COVID-19, sebagian warga di Indonesia di Australia terpaksa harus kehilangan pekerjaan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi