Kehilangan Pekerjaan, WNI di Australia Jadi Penjual Sate Taichan

Kembali ke bisnis pribadi

Di saat Angelin dan Robin menemukan sumber pendapatan baru, Arifin Lai menemukan peluang untuk lebih serius dalam menjalankan usahanya sebagai konsultan nutrisi dan kesehatan di tengah pandemi COVID-19.
Sebelum diberhentikan oleh tempat kerjanya karena wabah virus corona, Arifin bekerja di kafe dan restoran di Sydney, membuatnya tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan usahanya tersebut.
"Sebenarnya saya sudah mulai menjalankan [usaha ini], tapi karena pekerjaan [di kafe dan restoran] menyita waktu, saya tidak punya banyak waktu untuk fokus," kata Arifin.
Menurut pria yang sudah lima tahun tinggal di Sydney ini, usahanya di bidang konsultasi nutrisi dan kesehatan telah menerima perhatian lebih sejak pandemi ini berlangsung.
"Justru permintaan [di usaha saya] semakin tinggi. Karena dengan adanya pandemi ini orang-orang lebih fokus dan lebih 'concerned' [perhatian dalam] menjaga kesehatan."

'Gunakan keterampilan untuk bertahan'
Arifin berharap ketika pandemi berakhir, pendapatan dari usaha yang sedang ia tekuni saat ini bisa melebihi pendapatan dari pekerjaan lamanya di bidang 'hospitality'.
Di tengah melesunya banyak sektor industri akibat pandemi COVID-19, sebagian warga di Indonesia di Australia terpaksa harus kehilangan pekerjaan
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana