Kejagung Dinilai Perlu Telisik Pengadaan Minyak Mentah di Indonesia

"Belakangan terjadi perpanjangan kontrak antara SOMO dengan perusahaan minyak Indonesia dari awalnya 2 juta barel per bulan menjadi 3 juta barel per bulan dengan mengalihkan penggunaan kilang SK Energi di Korea ke kilang perusahaan minyak di Singapore," beber Yusri.
Pada Juni 2016, lanjut Yusri, petinggi perusahaan minyak Indonesia bersama dengan pertinggi perusahaan minyak swasta juga menyaksikan penanda tanganan kontrak di Singapura.
Yusri membeberkan awal muncul kejanggalan di internal perusahaan minyak asal Indonesia saat penanda tanganan kontrak saat itu tim negosiasi awal, tetapi malah tak diikut sertakan ketika penanda tanganan kontrak dilakukan di Irak.
"Saat penanda tanganan kontrak berlangsung saat itu dipimpin langsung oleh pejabat negara dengan rombongan perusahaan minyak Indonesia dengan menggunakan private jet," beber Yusri.
Oleh sebab itu, tak mengherankan jika baru-baru ini beredar luas di media sosial hasil pemetaan orang yang diduga terlibat pengaturan permainan pengadaan minyak mentah periode 2018 hingga 2023 yang sedang disidik Tim Pidsus Kejaksaan Agung yang pada 2023 saja telah merugikan negara sekitar Rp 193,7 triliun.(mcr10/jpnn)
Tim Pidsus Kejaksaan Agung diminta untuk menelisik kontrak kerja sama jangka panjang pengadaan minyak mentah antara perusahaan minyak Irak, SOMO
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Kado Lebaran dari Pertamina: Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai Hari Ini 29 Maret 2025
- Kado Idulfitri Pertamina Turunkan Harga BBM Jenis Ini
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional
- Mudik Nyaman Bersama Pertamina: Layanan 24 Jam, Motoris dan Fasilitas Lengkap
- Polresta Bandung Sidak SPBU Nagreg, Pastikan Takaran BBM Akurat saat Arus Mudik
- Wamen ESDM dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi Energi Aman di Sumbar