Kejagung Kembali Garap Papa Novanto

jpnn.com - JAKARTA -- Mantan Ketua DPR Setya Novanto kembali diperiksa Kejaksaan Agung, Rabu (10/2). Novanto diperiksa lagi dalam dugaan pemufakatan jahat permintaan jatah saham PT Freeport Indonesia dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Novanto terpantau hadir di gedung bundar Pidana Khusus Kejagung sekitar pukul 17.50 menggunakan mobil Toyota Avanza B 1741 ZFL warna hitam.
Jampidsus Kejagung Arminsyah mengatakan permintaan keterangan ini merupakan kelanjutan dari sebelumnya, Kamis (4/2) lalu. Sebab, pada saat menjawab pertanyaan ke 22 dari 36, Novanto minta dihentikan karena akan berdinas di luar kota. "Kita melanjutkan permintaan keterangan yang terputus," kata Arminsyah di Kejagung, Rabu (10/2).
Arminsyah mengatakan, pemeriksaan itu masih terkait pertemuan Novanto, pengusaha Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.
Memang, kata dia, pertemuan itu tak dibantah Novanto. Penyelidik mendalami materi pembicaraan mereka bertiga. "Nanti kita cocokkan dengan rekaman apakah sesuai," katanya. Hingga berita ini ditulis, Novanto dikabarkan masih menjalani pemeriksaan di Kejagung.
Setiba di Kejagung Novanti hanya melambaikan tangan kepada awak media. Dia menolak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan wartawan.
Firman Wijaya selaku kuasa hukum Novanto, mengatakan bahwa ia dan kliennya datang ke Kejagung untuk pemeriksaan terkait skandal kasus papa minta saham.
"Hari ini Pak SN menyempatkan waktunya. Ini wujud etikad baik terhadap lembaga ini," aku Firman. (boy/mg4/jpnn)
JAKARTA -- Mantan Ketua DPR Setya Novanto kembali diperiksa Kejaksaan Agung, Rabu (10/2). Novanto diperiksa lagi dalam dugaan pemufakatan jahat permintaan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dukung NZE, Grup MIND ID Tanam 126 Ribu Bibit Mangrove Sepanjang 2024
- Prabowo Bertamu ke Rumah Megawati Senin Malam, Didampingi Elite Gerindra & Menteri
- Antisipasi Dampak Tarif Resiprokal AS, Prabowo Perintahkan Bentuk Satgas PHK
- Aktivis Kritik Pemberitaan soal Dasco, Terlalu Menghakimi Sepihak
- Diperiksa Kemendagri Selama 2 Jam, Lucky Hakim Dicecar 43 Pertanyaan
- Lucky Hakim Bantah Pelesiran ke Jepang Pakai Fasilitas Negara