Kejaksaan Masih Rahasiakan Penjara bagi Buron BLBI
Selasa, 12 Juni 2012 – 18:01 WIB

Wajah Sherny Konjongian yang dipampang di laman Interpol.
JAKARTA - Buron kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sherny Konjongian yang ditangkap di San Fransisco, Amerika Serikat dijadwalkan tiba kembali di Indonesia, Rabu (13/6). Mantan Direktur Kredit Bank Harapan Sentosa (BHS) itu dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia yang diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, pukul 08.00 besok.
Hanya saja Kejaksaan Agung masih merahasiakan penjara yang akan digunakan untuk mengeksekusi putusan hukuman 20 tahun penjara atas Sherny. "Kalau sudah sampai kita eksekusi, mungkin ke LP wanita," kata Wakil Jaksa Agung Darmono, yang juga ketua Tim Pemburu Koruptor saat dihubungi, Selasa (12/6).
Sedangkan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Adi Toegarisman menyebutkan, setibanya di Jakarta besok Sherny akan langsung dibawa ke Kejagung. Selanjutnya, proses eksekusi akan dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. "Eksekusinya di mana, besok dijelaskan," ujar Adi.
Seperti diketahui, Sherny ditangkap pada Minggu (10/6) oleh Immigration and Customs Enforcement San Francisco. Langkah ini dilakukuan menyusul adanya red notice yang dikeluarkan pusat ICPO-Interpol di Lyon, Prancis pada 2006 lalu.
JAKARTA - Buron kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Sherny Konjongian yang ditangkap di San Fransisco, Amerika Serikat dijadwalkan tiba
BERITA TERKAIT
- Mahfud MD Bilang Begini soal Lagu Band Sukatani yang Menyentil Polisi
- Pendekar 08 Bagikan 80 Tong Sampah untuk Mendukung Kebersihan Lingkungan
- BRCC Indonesia Melaksanakan Ujian Masuk Universitas Tiongkok
- Kejari Muba Menggeledah Dua Kantor Milik Alim Ali, Ada Apa?
- Bakar Semangat Kepala Daerah, Gubernur Lemhannas Ajak Manfaatkan Kebijakan Inovatif
- Pelayanan Celltech Stem Cell Hadir di RS Pusat Pertahanan Negara