Kejar Awan Sebelum Tiba di Langit Ibu Kota
Rabu, 30 Januari 2013 – 09:23 WIB

Kejar Awan Sebelum Tiba di Langit Ibu Kota
Hal senada diungkapkan Hariadin, warga Cililitan. ’’Lihat pesawat sih sering. Naik belum pernah,’’ katanya. Gunawan dan Hariadin adalah dua dari 30 orang yang punya tugas menabur garam di langit. Garam taburan mereka inilah yang kemudian memicu awan pembawa hujan menurunkan air.
Para penabur garam adalah petugas operasional yang punya peran vital. Kerja mereka termasuk berat. Berat dalam arti sesungguhnya. Betapa tidak, setiap kali terbang dengan Hercules, mereka wajib menabur garam seberat empat ton.
Penabur garam dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terbang setiap pagi memburu awan pembawa hujan yang bergerak menuju Jakarta. Sebelum awan pembawa hujan itu tiba di langit ibukota, garam ditebar agar hujan segera turun sebelum sampai langit Jakarta.
Kelompok berikutnya terbang sekitar tengah hari. Area target kelompok ke dua tidak selalu sama dengan pendahulunya. Namun, tugasnya tetap sama, menabur garam memancing hujan. ”Ada susah dan senangnya Pak. Namanya juga kerja,” kata Gunawan.
SEJAK 25 Januari lalu Tim Teknologi Modifikasi Cuaca dikerahkan untuk menangkis terjangan hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Targetnya, awan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara