Kejati Kok Loyo Tak Bisa Tangkap Buronan Korupsi Asuransi

Oleh karena itu, peneliti Indonesia Justice Watch itu menanyakan kinerja Kejati Kepri dalam menangani keberadaan Nashihah.
Dia menanyakan, sejauh mana langkah kejaksaan untuk mengejar Nashihan.
"Apakah sudah berkoordinasi dengan penegak hukum lainnya, pencekalan melalui Imigrasi dan optimalisasi kinerja intelijen kejaksaan itu sendiri," ujarnya.
Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kajati Kepri) menetapkan Nashihan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi asuransi.
Perkara Nashihan bermula dari sengketa Perdata Pemkot Batam dengan PT BAJ terkait besaran premi yang harus dikembalikan kepada pegawai Pemkot setelah Pemkot Batam membatalkan kerja sama dengan PT BAJ.
Nashihan sendiri merupakan aktor kunci yang mengetahui rencana pengembalian uang premi sebanyak Rp 55 miliar kepada pegawai. (Tan/jpnn)
Kejati dianggap melempem ketika berhadapan dengan tersangka kasus korupsi
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga
- Bea Cukai Serahkan Tersangka & Barang Bukti 1,1 juta Batang Rokok Ilegal ke Kejaksaan
- 2.640 PTK Non-ASN Kepri Terima Insentif Hari Raya, Masing-Masing Rp 2 Juta
- Polda Kepri Maksimalkan Layanan Wisatawan Asing Selama Musim Libur Lebaran
- Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi di Kepri
- Yeny: 910 Honorer Pemprov Kepri jadi PPPK Paruh Waktu
- Bea Cukai Bersama BI dan BSI Bersinergi dalam Pemberdayaan UMKM di Malut dan Kepri