Kekecewaan Warga Indonesia di Sydney Setelah Perbatasan Ditutup

"Hadiah-hadiah yang sudah beli pun akhirnya saya kirimkan lewat pos," tuturnya kepada Sastra Wijaya dari ABC Indonesia.
Ling Ling yang kini telah menikah lagi dan mengelola sebuah restoran Indonesia di Sydney pun tidak dapat berbuat apa-apa.
Batal merayakan Natal dengan pasangan di Melbourne
Jeanette Trifena Lewi, warga Tangerang yang tinggal di Sydney, sudah setahun lamanya tidak bertemu dengan pasangannya di Melbourne.
Ia sudah memesan tiket penerbangan dan akomodasi untuk ditinggalinya selama tiga hari, tapi seminggu kemudian penutupan perbatasan Victoria diumumkan.
Ia juga sudah meminta waktu cuti dari pekerjaannya sebagai karyawan paruh waktu di Coles, sebuah supermarket di Sydney.
"Waktu tahu sedih sih ... no idea [tidak menyangka] banget kalau akan ditutup langsung. Biasanya kan dikasih waktu, satu atau berapa bulan lebih awal," kata mahasiswi Macquarie University tersebut.
Beberapa rencana pasangan tersebut, seperti pergi ke gereja untuk beribadah Natal dan makan malam bersama pun terpaksa harus ditunda.

Sudah dua tahun lamanya seorang ibu asal Indonesia di Sydney bernama Ling Ling, tidak berjumpa dengan ketiga anaknya yang tinggal di Melbourne, Victoria, Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi