Kekeringan Parah, Air 200 Liter Rp 100 Ribu, Minum Diirit

Harga air bersih untuk kebutuhan minum dan mandi disebutnya lebih mahal. "Air untuk minum dan mandi lebih mahal. Sedangkan untuk membuat bata lebih murah. Bisa seharga Rp 50 ribu satu drum," katanya.
Karena air bersih didapatkan dengan membeli, warga irit dalam menggunakannya. Warga biasanya hanya mandi satu kali dalam satu atau dua hari.
"Mandinya bisa satu kali sehari. Itupun kalau ada airnya. Kami biasa jarang mandi," ungkap Saptiah.
Sulitnya mendapatkan air bersih juga berimbas pada jatah minum. Saptiah mengatakan, sangat irit untuk meminum air. Ia dan keluarga akan meminum air seperlunya saja. Itu dilakukan agar persediaan air yang dipunya tidak cepat habis.
"Bahkan kalau habis, kami keliling untuk meminta satu teko air di tetangga yang punya," terangnya lirih.
Warga lainnya, Hj Fatimah mengatakan, warga sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.
Bantuan ini diharapkan segera dilakukan secara nyata. "Saya sih inginnya bupati bisa datang kesini. Kalau ke sini dia bisa melihat langsung keadaan warganya. Tapi kan memang tidak pernah datang. Kami di sini kesulitan air tiap kekeringan datang," ungkapnya penuh harap.
Kepala Desa Labuan Tereng Humaidi Husai mengatakan, warga beberapa tahun terakhir mengalami kesulitan untuk memperoleh air bersih.
Kekeringan yang cukup parah memaksa warga Dusun Sambik Rempek Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat (Lobar) membeli air bersih dengan harga mahal.
- 2 Reservoir Komunal Milik PAM Jaya Beroperasi, Alirkan Air ke 2.367 Keluarga
- Program Desalinasi Gubernur Jateng Berhasil, 250 KK di Pekalongan Menikmati Air Minum Gratis
- Bank Mandiri Optimalkan Sistem Daur Ulang & Akses Air Bersih
- Pegadaian jadi Koordinator dalam Kolaborasi 23 BUMN untuk Menghadirkan Air Bersih di Batam
- Pegadaian Turut Wujudkan Keberlanjutan Energi & Air Bersih di Batam
- Hadirkan Air Bersih di Batam, Pegadaian jadi Koordinator dalam Kolaborasi 23 BUMN bersama Unsoed