Kekurangan Pekerja di Bandara Australia Diperkirakan Akan Berlanjut Sampai Setahun ke Depan

"Saya kira citra Qantas sudah sangat tercoreng. Layanan mereka sama sekali tidak memadai," katanya.
"Ketika kami tiba di Bandara Heathrow (London), pilot mengatakan bahwa seluruh bagasi penumpang tertinggal di Australia untuk memberikan tempat bagi persediaan bahan bakar."
Bagasi Kevin tiba tiga hari kemudian.
Penumpang tidur di bandara karena pembatalan penerbangan
Hari Kamis minggu lalu, penerbangan Qantas dari Dallas (Amerika Serikat) ke Sydney yang dijadwalkan terbang jam 2 pagi waktu setempat tertunda karena ada masalah teknis, sehingga sebagian penumpang tidur di lantai bandara, termasuk keluarga Gaudin.
"Tidak seorang pun menjelaskan kepada kami apa yang terjadi," kata Kat Gaudin.
"Ketika anak-anak bangun, mereka resah, lapar dan sedikit kebingungan."
Ibu dari empat anak yang masih kecil tersebut mengatakan sangat kecewa dengan maskapai penerbangan utama Australia tersebut.
Qantas sudah meminta maaf kepada para penumpang atas masalah tersebut.
Anda yang akan bepergian ke dan dari Australia harus bersiap-siap mengalami gangguan perjalanan karena berbagai bandara di Australia diperkirakan akan kekurangan pekerja mulai bulan Juli ini sampai setahun ke depan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Arus Mudik, InJourney Pastikan Kesiapan 37 Bandara di Seluruh Indonesia