Kelas Menengah Penentu Pasar Mobil ke Depan, Pengamat: Produsen Jangan Ambil Untung Banyak

Kelas Menengah Penentu Pasar Mobil ke Depan, Pengamat: Produsen Jangan Ambil Untung Banyak
Diskusi Forwin: Prospek Industri Otomotif 2025 dan Peluang insentif dari Pemerintah di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa. Foto: ridho

"Saya juga pesan nih, (produsen) jangan mengambil margin terlalu banyak dalam situasi saat ini," kata Raden dalam diskusi Prospek Industri Otomotif 2025 dan Peluang Insentif dari Pemerintah" di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (14/1).

Dia menegaskan masa depan industri otomotif akan bergantung pada dua hal.

Pertama soal keterjangkauan harga (affordability), serta regulasi dan persyaratan (regulation and requirement).

Para pelaku industri otomotif harus bisa menerapkan kedua aspek tersebut secara seimbang.

Dengan begitu, Raden yakin stagnasi industri otomotif Indonesia bisa bergerak terutama pasar mobil.

"Keseimbangan itu menurut saya yang harus diperhatikan kalau memang ingin menumbuhkan industri mobil ke depan," lanjut dia.

"Jadi bagaimana supaya kelas menengah kita banyak, pekerjaannya makin bagus dengan gaji bagus. Itulah sebetulnya sebagai inti daripada kenapa terjadi stagnasi dari penjualan mobil."

Hal itu tegas Raden, sesuai visi Indonesia 2045 yakni pendapatan nasional bruto per kapita bisa USD 30.300, pertumbuhan ekonomi 7-8% per tahun, dan populasi berpenghasilan menengah sebesar 80%. (rdo/jpnn)


Menurut pengamat ekonomi Raden Pardede, kelas menengah sangat menentukan arah pasar mobil ke depan. Pesannya, produsen jangan terlalu banyak ambil keuntungan


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News