Keluarga Ditawari Jenguk Makam Ruyati di Makkah
Rekomendasi DPR : Pemerintah Wajib Meminta Maaf Secara Terbuka
Rabu, 22 Juni 2011 – 06:06 WIB

Keluarga Ditawari Jenguk Makam Ruyati di Makkah
Selama ini, upaya hukum masih dikawal oleh Migrant Care. "Jangan sebaliknya, pemerintah melindungi perusahaan yang memberangkatkan ibu saya," ucap perempuan 32 tahun itu.
Evi memperkarakan PPTKIS tersebut karena menilai ada beberapa pelanggaran. Selain memudakan usia Ruyati, PT Dasa Graha Utama juga disebut menempatkan Ruyati sesuai kontrak kerja. Seperti dalam laporan ke Migrant Care, Ruyati lahir pada 7 Juli 1957 tapi akhirnya direkayasa menjadi 12 Juli 1968.
Kesalahan PPTKIS yang kedua adalah, dalam kontrak kerja Ruyati sejatinya bekerja di rumah Umar. Tapi ternyata, Ruyati dipekerjakan di rumah adik Umar yang juga ditempati oleh Khairiyah binti Hamid Majlad, ibu Umar.
Jarak antara rumah Umar dan adiknya ini sekitar dua jam perjalanan udara. Khairiyah ini akhirnya tewas ditangan Ruyati. Sebeb, Ruyati merasa tertekan karena sering diperlakukan kasar. "Ibu saya pasti khilaf. Penyebab sampai berbuat itu kan harus menjadi pertimbangan mendapatkan ampunan," terang Evi.
JAKARTA - Pihak keluarga almarhum Ruyati bintu Satubi, TKI yang dieksekusi pancung di Arab Saudi, harus kecewa untuk kedua kalinya. Kekecawaan kali
BERITA TERKAIT
- GP Ansor Gaungkan Patriot Ketahanan Pangan Menjelang Puncak Harlah Ke-91
- Koalisi Masyarakat Sipil Mengecam Intervensi Anggota TNI di Kampus UI dan UIN Semarang
- Berdoa di PIK, Biksu Thudong Tebar Pesan Damai
- Pemerintah Fokus Tuntaskan Pengangkatan PPPK Tahap 1, Honorer R2/R3 Keburu Pensiun
- Setiawan Ichlas Hadirkan Ustaz Adi Hidayat di Tabligh Akbar di Palembang
- Gegara Panggilan Sidang Tak Sampai Alamat, Tergugat Datangi Kantor Pos di Jambi